CERPEN

Presentasi Asyik!!

Dulu, pernah ada orang yang nanya gini, “Suka tugas presentasi ga?”

Aku bisa menjawabnya langsung tanpa berpikir lagi, “enggak.” Kalo ditanya kenapa, semua orang pasti tau kalo presentasi itu banyak banget ngorbanin waktu, tenaga, biaya, dan rasa percaya diri, dimana gak semua orang punya rasa PD yang kuat. Bagiku, modal utama presentasi selain hapal teori diluar kepala adalah : Kaya rasa PD dan Miskin rasa Malu.

Masalah yang kedua, kekakuan konsep presentasi yang dari jaman rikiplik sampe jaman facebook gini masih aja dipake. Sampe-sampe timbul sugesti  : kalo ada yang presentasi, sebaiknya bawa bantal dan cemilan ringan. Dan berikut adalah susunan baku dari presentasi yang sering banget dipake :

  1. Maju ke depan kelas, dengan banyak kertas dan transparansi di tangan.
  2. Memulai dengan pembukaan, perkenalkan diri/anggota kelompok
  3. Masing-masing anak membacakan bahan
  4. Selesai dibaca dan diterangkan, langsung buka sesi tanya-jawab
  5. Presentasi ditutup

Perhatiin juga deh, fenomena yang terjadi. Pas giliran kelompok pertama, audience masih ‘panas’ dan aktif, suasana masih kondusif. Kelompok kedua maju, volume semangatnya turun satu digit,begitu juga pas kelompok ketiga. Lah mending kalo cuman ada 3 kelompok. Tapi kalo sampe delapan kelompok?? Yang udah-udah, presentasi kelompok terakhir hanya dihadiri segelintir manusia di kelas dengan situasi mirip pemakaman umum.

“Sekian presentasi kami. Ada pertanyaan?”

Krikk..kriik…

“Ada pertanyaan?”

Kriik..kriikk..zzzzz…groookkk!

SAKIT ATI !!@#$*!!

Aku termasuk orang yang sering sakit ati dan dongkol kalo lagi presentasi tapi audiencenya cuek bebek, ngobrol ala ibu-ibu pkk, atau malah tidur sambil ngupil di pojokan. Tapi gak bisa disalahin juga sihh…lah wong diriku sendiri juga suka begitu. Yeahh…Hukum karma berlaku disini.

Tapi kenapa bisa gitu ya?? Gimana cara ngubahnya??

Pertanyaan terselubung itu akhirnya terjawab pas di saat-saat terakhir masa SMA kemaren. Jadi ceritanya ada presentasi terakhir di kelas 3 sebelum ujian nasional. Kayaknya guru sosiologi juga udah hampir muntah ngeliat cara presentasi murid-muridnya yang begitu-begitu aja, sampe-sampe beliau bikin sidang kasus dengan membagi kelompok dan menata posisi duduk di kelas semirip mungkin sama suasana persidangan.

Kita semua dilatih buat berani ngomong. Berani ngeluarin pendapat, uneg-uneg sesuai dengan peran masing-masing kelompok. Ada kelompok yang berperan sebagai penyaji kasus, polisi, hakim, terdakwa, korban, dan masyarakat.  Aku lebih sering kebagian di kelompok polisi, atau masyarakat. Yang protagonis gitu deeh…hehehe..

Dan ternyata, ajaib! Bukan sulap bukan sihir…Presentasi kayak gitu bikin kita fokus dan semangat loh! hampir gak ada niat buat ngemil diem-diem, tidur, atau bergosip seperti biasanya. Bel istirahat bunyi aja sampe dicuekin!

Jawaban lainnya datang dari kelas bahasa inggris. Jadi waktu itu kita diminta untuk bikin description text + gambar ilustrasi tentang hal apapun yang disuka, buat dipresentasiin di depan kelas. Mulai dari tokoh kartun favorit, sampai binatang peliharaan. Waktu itu aku milih tema ‘about my pet”, yaitu tentang si kolong, kelinci putih yang udah dipelihara bertaun-taun di rumah, yang idungnya suka megar-megar kalo dikasih makan biskuit cokelat.

Sadar ato enggak, Lagi-lagi ini jadi cara brilian karena selama ini kita kerap diperintah untuk (terpaksa) mempresentasikan sesuatu yang kurang kita sukai, jadinya timbul keterpaksaan untuk menguasai bahannya dan jadi kurang ikhlas. Betul kan?

Nahhh….pas masuk kuliah ini mendadak jadi pengen bereksperimen-ria buat bikin presentasi jadi lebih fun dan heboh. Resepnya mudah saja, kawan. Kalau kalian punya rasa PD yang minim, tumpuklah rasa PD yang kecil itu dengan tingkat kreativitas dan dibumbui sedikit rasa lebay yang kalian miliki. (percaya atau enggak, akhir-akhir ini orang-orang jadi mendadak PD karena tingkat lebay mereka diatas rata-rata!)

Pertama-tama bayangkanlah mahasiswa sebagai audience kita. Mahasiswa itu kan cuma nama keren aja. Sebenernya mereka masih anak-anak juga kan? Kalo mau ngewarnet ato beli bakso aja masih banyak yang nadahin tangan ke orangtua. Jadi bikinlah presentasi untuk ‘anak-anak’ dewasa seperti mereka. Bikin banyak gambar dan sedikit tulisan.

Ingat, sedikit tulisan. Karna kebanyakan tulisan di transparansi sama aja jadi pengantar mereka berlayar ke pulau kapuk alias bikin ngantuk.  Ide ini juga diadaptasi dari komik yang disukai semua kalangan.

Nah, konsep unik inilah yang Aku coba terapin di tugas presentasi perdana di bangku kuliah ini. Mata kuliah yang jadi kelinci percobaan adalah : Bahasa Inggris.

Saat itu The Rangerz belum ada. Yah, namanya juga masa-masa awal kuliah. Masih malu-malu manja. Masih lupa-lupa-inget nama temen sekelas. Duduknya aja belum nyampur kayak sekarang. Yang cowok harus duduk di barisan kiri, yang cewek bergerombol di kanan.

Pas dosen ngasih tugas presentasi dengan tema ekonomi dan grammar, Aku, Metta dan Ika yang saat itu duduk berdekatan langsung sepakat jadi satu kelompok. Karena gak boleh cewek semua, jadi kita comot aja satu anak cowok yang (saat itu) terlihat kalem dan bisa diajak kerja, yaitu Koko.

Dengan sigap kami langsung memilih tema ketiga, yang otomatis menjadikan kami sebagai kelompok yang maju di minggu ketiga. Tema yang dipilih tentang Price, dengan grammar section degree of comparison. Gak gitu rumit dan banyak materinya di buku-buku SMA kami.

Karena punya waktu tiga minggu lagi, jadinya dua minggu dipake untuk bikin makalah, seminggu untuk bikin transparansi, sama konsep kuis berhadiah.

Pas hari-H, kami datang pagi-pagi buta ke kampus. Aku muncul di pintu kelas dengan tas jinjing berisi hadiah-hadiah supermenarik yang akan dibagikan nanti. Supermenarik karena kami hampir tidak mengeluarkan biaya banyak untuk itu. Soal apa aja isinya, hanya kami dan Tuhan yang tau. Hehehee…

Kami membagi presentasi ke dalam tiga sesi. Sesi pertama sesi ekonomi yang akan Aku bawakan, sesi grammar dibawakan Metta, dan sesi Ketiga, yaitu sesi kuis, bakal dipandu Koko dan Ika.

Aku maju ke depan kelas dengan sedikit gugup. Meletakkan lembar transparan pertama di OHP dengan perlahan.  Aku ingat betul transparansi itu hanya berisi gambar cewek ala kartun jepang berkacamata tebel dengan tulisan ‘Definition of Price?’ gede banget di bagian atas. Syuut…gambar opening itu langsung menyedot perhatian kelas. Suasana hening. Semua mata menatap padaku.

DEG!

Bismillah!!

Aku mulai cuap-cuap soal definisi (sambil nyontek-nyontek kertas di tangan), kemudian ganti lembar berikutnya, contoh konkret dari harga keseimbangan pasar, dimana disitu aku sudah menggambar seorang tukang jengkol impor yang lagi tawar menawar harga sama ibu-ibu berkonde.

Terdengar tawa tertahan dari arah audience saat memasang gambar tersebut. Sementara sempet terdengar pula Mister dosen cengengesan sendiri di meja. “Hmpf…jengkol impor..” katanya sambil kembali melihat ke makalah.

Aku pun tersenyum, dan timbul semangat untuk menjelaskan kembali. Rasa PD itu terpompa begitu dahsyat, setiap lembar demi lembar, gugup itu sirna begitu saja, sampai tak terasa transparansiku sudah habis dan tiba giliran Metta untuk ngejelasin Grammar.

Selesai Grammar section, kuis pun digelar. Kuisnya juga dibagi tiga level. Ada level Easy, Medium, dan Hard.

Hadiah untuk Easy level terdiri dari tempat handphone batik dan beberapa gantungan kunci. Semua itu sebenernya souvenir yang didapet gratisan dari kondangan. Jadi beberapa hari sebelumnya masing-masing dari Kami nyetor souvenir apaaaa aja yang ada di rumah, trus diseleksi. Ada beberapa souvenir yan cacat karna ada nama sepasang mempelainya, terpaksa harus di akalin sedemikian rupa! Hihihi…tapi kami masih waras kok. Toh semua souvenir itu masih 100% virgin dan tersegel dalam plastik pembungkusnya. Kalo Medium level, hadiahnya ada sepasang bolpoin gel berpita cantik.

Animo audience memanas saat tiba di Hard level. Apalagi saat Aku mengeluarkan paper bag gembung dari tas yang kubawa tadi. “Ayooo…ini hadiah utamanya!” seru Kami berempat manas-manasin anak-anak supaya berani maju untuk jawab pertanyaan. Pertanyaan lumayan susah sih, yaitu bikin 3 tipe kalimat tentang grammar yang tadi Metta jelasin dengan tenses yang tepat.

Awalnya, pas dikasih tau soal Hard Level, langsung pada jiper. Gak ada yang berani maju satu pun. Tapi pas hadiahnya muncul, baru deh pada kasak-kusuk baca dan mahamin fotokopian yang kami bagikan sebelumnya. Semua berpikir, semua jadi belajar, bahan presentasi kami terserap dan gak terbuang percuma.

“Saya yang jawab boleh gak?” mendadak Mister Dosen nyeletuk setelah sekian lama belum ada satu anak juga yang berani maju. Heheh…dari tampangnya sih kayaknya ngiler juga tuh sama grandprize-nya!

Akhirnya setelah persaingan ketat, dari 3 anak yang berani maju dan bikin kalimat, Andika keluar sebagai pemenang! Tu anak keliatan excited banget dan paperbagnya langsung dibuka. Tapi betapa terkejutnya dia saat mengetahui kalo paperbag gendut itu berisi : indomie, kopi ginseng (yang gopek-an), rengginang sama emping mentah (sumbangan dari Jeng Metta), sisir hotel (yang biasa diselipin di saku celana tuh…), jepitan rambut, dan seabrek sembako lainnya yang kami jarah dari rumah masing-masing!

Huahahaaa!

Selesai presentasi rusuh kami, sang dosen mengembalikan makalah yang sudah ia periksa tadi. Nilai A terlihat berkilauan disitu. Kami pun bersorak gembira.

“Horeee!!! Gak percuma ya jumpalitan ngerjainnya! hahaha!”

Dan minggu-minggu berikutnya, presentasi kelompok lain pun jadi gak kalah menyenangkan. Seneng deh, hampir setiap kuliah bahasa inggris, dapet lolipop atau coklat gratis. Hehehe…

*****

Presentasi berkesan lainnya ada di awal semester dua, untuk mata kuliah pengantar komputer. Kali ini pasukan dodol terdiri dari The Rangerz plus Ferdy (yang suka ngaku-ngaku jadi ranger merah!)

Perjuangan buat nyelesein satu makalah dengan 5 kepala batu sangaaaaatlah ribet! Prinsipnya, semua harus kerja! Gak ada yang cuman tinggal bayar, apalagi titip nama. Kalo gak mau kerja, silahkan keluar.

Kehebohan dimulai dari flashdisk Ferdy yang penuh virus mematikan yang bikin komputerku merem-melek sampe 3 kali, belom lagi masalah email yang sering gak nyampe karena salah alamat, ataupun terlalu lama loadingnya. Laptop Unyil Marunyil yang ternyata juga bervirus dan gak adanya waktu banyak tersisa karena semester dua ini hujan-badai tugas datang bertubi-tubi. Huaaahhh…pusing!

Tapi perjuangan kami gak sia-sia, makalah, kuis TTS dan kata beracak, serta transparansi udah mantap pas hari-H. Kami tampil dengan tema Greet Friday with Chocolates! (niat abiss gak sih?) Dengan dress-code serba cokelat dan membawakan hadiah-hadiah bak santa claus di siang bolong.

Anak-anak semangat banget sama kuis dan presentasi pagi itu. Seru banget jawab kuisnya! Kali ini hadiahnya roti-roti mini yang dibungkus kado (biar keliatan elit dikit) sama permen-permen yang dibungkus kerucut ala tukang kacang rebus. Dan hadiah utamanya adalah…..

Jreeeeng!

Voucher pulsa senilai 5000 perak yang dipersembahkan Ika Cell!

Dan seperti yang udah diduga sebelumnya, nilai A pun kembali terukir cantik di atas makalah kami.

Alhamdulillah….kerja keras memang selalu berbuah manis : ) !

3 Komentar (+add yours?)

  1. nandar
    Apr 08, 2012 @ 12:42:52

    kereeeeeennnn cerpennya neng….hehhehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: