Kutipan (Catatan Kaki)

Arti surat Al – Baqarah ayat 264-266

264.Tutur kata yang baik dan ampunan[1] adalah lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan menyakiti. Dan Allah Maha Kaya, Maha Penyatun.

265. Hai orang-orang yang beriman, jangkanlah kamu menjadikan sedekah-sedekahmu sia-sia dengan menyebut-nyebut jasa baik dan menyakiti seperti halnya orang yang membelanjakan hartanya untuk dilihat[2] manusia, dan ia tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Maka, keadaannya adalah semisal batu licin yang diatasnya tertutup tanah, lalu hujan lebat menimpanya dan meninggalkannya licin. Mereka tidak akan memperoleh sesuatu dari apa yang mereka usahakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir.

266. Dan, misal orang-orang yang membelanjakan harta mereka demi mencari keridhaan Allah dan memperteguh[3] jiwa mereka adalah semisal sebidang kebun yang terletak di tempat tinggi[4].


[1].Lebih baik mengucapkan kata-kata kasih sayang atau minta maaf kepada orang lain yang meminta pertolongan, daripada mula-mula menolongnya dan kemudian menyakitinya dan memberinya kesusahan ; atau ia sebaiknya berusaha menutupi dan menyembunyikan keperluan orang yang datang kepadanya meminta pertolongan dan menahan diri dari membicarakannya kepada orang lain sehingga orang itu tidak merasa direndahan dan dihinakan ; itulah artinya maghfirat.

[2]. Di tempat lain, kaum Muslimin diperintahkan pula untuk membelanjakan kekayaan mereka dengan terang-terangan, tujuan yang mendasarinya ialah orang-orang Muslim lainnya akan terpengaruh dn meniru teladan yang baik itu. Akan tetapi, orang yang tak beriman kepada Tuhan membelanjakan uangnya terang-terangan, hanya semata-mata untuk menarik penghargaan khalayak umum. Orang demikian kehilangan sama sekai hak memperoleh ganjaran dari Tuhan.

[3]. Pembelanjaan uang di jalan Allah memberi kekuatan kepada jiwa manusia sebab dengan membelanjakan harta yang diperolehnya dengan susah payah, ia secara sukarela  meletakkan beban atas diri sendiri dan menjadikannya lebih kuat serta lebih teguh dalam keimanan.

[4]. Hati orang-orang mukmin yang membelanjakan harta dengan sukarela di jalan Allah adalah laksana sebidang tanah tinggi, hujan lebat kadang-kadang sangat berbahaya bagi tanah rendah – tidak membahayakan. Sebaiknya tanah itu besar atau kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: